Jumat, 06 Juli 2012

Shy Love-1

by Mhyto

***
Yeoja itu mengintip malu-malu dibalik lokernya yang terbuka separuh. Kulitnya yang putih tampak bersemu kemerahan. Tangannya menggenggam sebuah kotak yang terbungkus rapi dan cantik dengan pita berwarna merah. Kotak itu berisi coklat. Sebagai hadiah yang akan dia berikan di hari kasih sayang itu. Kepada sunbae-nya.
Dengan hati yang berdegup kencang, yeoja itu kembali mengintip. Melihat seorang namja yang tengah berdiri, dikerubungi oleh banyak yeoja yang juga mengagumi namja itu. Kim Jongwoon nama namja itu. Seorang mahasiswa musik Seoul Art University yang saat ini menjadi guru magang di sekolahnya. Jongwoon adalah sunbaenya saat SD dan SMP. Sejak SD, Jongwoon memang populer. Tampan dan memiliki suara yang indah. Selain itu, ada sisi lain Jongwoon yang hanya diketahui olehnya. Jongwoon adalah orang yang hangat dan dewasa, sekalipun lebih banyak diam di hadapan orang lain. Namun, sebenarnya perhatian yang diberikan pada orang lain jauh lebih besar dan tulus, tidak seorangpun mengetahui ketulusannya itu. Itulah yang membuatnya menyukai Jongwoon.

Sayang, yeoja itu terlalu pemalu. Ia bahkan tidak memiliki keberanian walaupun hanya sekedar menyapa apalagi untuk memberikan coklat yang saat ini digenggamnya. Ia melihat kembali ke arah Jongwoon yang masih dikerubungi oleh para yeoja. Ia ingin bergabung dengan yeoja-yeoja yang lain, memberikan coklat itu. Rasa malu yang dimilikinya lebih besar. Diurungkan niatnya itu dan ia pun meninggalkan tempat itu. Ia memutuskan untuk meletakkan coklat tersebut di ruangan Jongwoon saja.
***
“ Bagaimana? Apa kau berhasil memberikan coklat itu pada Jongwoon sunbae? “
Sanghee menggeleng pelan.
“ Tidak. Aku hanya meletakkannya di ruangan yang biasa digunakan Jongwoon sunbae. “ katanya sambil tersenyum lembut kepada Sungmin.  
Sungmin mendesah pelan. “ Aku heran padamu. Kenapa tidak kau berikan saja langsung. Bukankah kau sudah memendam rasa sukamu padanya sejak kecil? Kenapa kau malah meletakkan coklat itu di ruangannya? Dia tidak akan pernah tahu kalau kau yang memberikan coklat itu, Sanghee-ah “
“ Kau tahu kan aku adalah orang yang sangat pemalu. Mengucapkan ‘annyeong haseyo’ padanya saja tidak bisa. Apalagi kalau harus memberikan coklat itu Sungmin-ah “ Sanghee menjawab dengan nada tercekat.
“ Sanghee-ah, apa kau tidak percaya diri? Bukankah kau ini cantik? Pandai? Baik hati? Dan kau juga cukup populer. Kau sebanding dengannya Sanghee. “ Sungmin mencoba membangkitkan rasa percaya diri sahabat sekaligus sepupunya itu. Memang benar Sanghee adalah yeoja yang cantik. Ia dianugerahi sepasang mata berwarna coklat tua yang memikat, hidung yang mancung, dan bibir mungil berwarna kemerahan alami yang terukir indah di wajahnya. Kulitnya putih bersih dan mulus. Tubuhnya mungkin tak terlalu tinggi, namun proporsional. Jika Sungmin mengatakannya populer, itu juga benar. Sanghee selalu meraih juara pertama di sekolah itu, jadi tidak mungkin semua orang tidak mengenalnya.
“ Tidak Sungmin-ah, aku tidak terlalu populer. Aku biasa saja. Kau masih jauh lebih populer daripada aku , kau aktif dalam band dan kenalanmu juga banyak. “ Sanghee merendah.
Sungmin kembali mendesah. Selalu saja seperti itu, batin Sungmin. Sifat pemalu Sanghee sudah keterlaluan, karena itu ia tidak bisa dekat dengan siapa-siapa. Dekat dengan seorang yeoja saja sulit, apalagi namja. Dalam hatinya ia juga ingin Sanghee bisa dekat dengan seorang namja, seperti yeoja yang lain.  Akhirnya sebuah ide terlintas di benak Sungmin. Ia tersenyum.
“ Sanghee-ah, kau ada waktu hari ini? Jika ada aku ingin kau ikut dalam latihan band-ku hari ini. Manajer kami sedang sakit, kami membutuhkan pengganti. “
“ Tapi..” Sanghee merasa ragu. Ia tahu Sungmin aktif dalam sebuah band. Namun ia tidak pernah sekalipun menonton performance band Sungmin. Sanghee tahu, sebagai sahabat dan sepupu Sungmin, ia tidak boleh seperti itu. itu sama saja dengan tidak mendukung Sungmin. Ia merasa tidak enak pada teman-teman namja itu. Mereka tidak mempermasalahkannya karena mereka tahu sulit bagi Sanghee untuk bergaul dengan orang lain.
“ Gwenchana. Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu. Tidak apa-apa, tidak masalah .  Teman-temanku pasti akan menyambutmu dengan hangat. Ini juga merupakan salah satu latihan yang bagus supaya kau tidak canggung saat berhadapan dengan orang lain, terutama dengan namja. Sebagai sahabat sekaligus sepupumu, aku juga ingin kau bisa dekat dengan seorang namja. “ Sungmin menepuk bahu Sanghee.
Sanghee terdiam sesaat. Ia merasa kata-kata Sungmin ada benarnya juga. 
“ Nae, aku akan datang. “
***
Sanghee mengamati studio yang menjadi tempat latihan band Sungmin hari itu. Tidak sempit, namun juga tidak terlalu luas. Tempat itu tertata dengan rapi dan bersih. Cukup nyaman untuk Sanghee. Sanghee mengalihkan pandangannya keluar, kearah Sungmin yang sedang menelpon seseorang. Sungmin seorang namja yang populer, walaupun tidak sepopuler Jongwoon. Ia ramah dan baik, memiliki banyak kenalan. Mungkin karena keaktifannya dalam band. Terkadang Sanghee merasa sedikit iri pada Sungmin yang bisa mempunyai banyak kenalan dan bisa bergaul dengan siapa saja. Sanghee ingin seperti Sungmin, namun karena ia pemalu, ia merasa tidak akan pernah bisa seperti Sungmin.
Sungmin membuka pintu studio dengan perlahan dan duduk disamping Sanghee. Ia membuka botol minuman yang dibawa Sanghee dan menenggak habis isinya.
“ Sebentar lagi, salah satu member band akan datang. Ingat, jangan malu-malu untuk memperkenalkan diri. Atau setidaknya kau harus menyapanya. “
“ Kenapa kau menyuruhku untuk datang, Sungmin-ah? Bukankah kau bisa meminta kenalanmu yang lain untuk menggantikan manajermu? Aku kan tidak tahu apa-apa soal musik, aku takut akan merepotkan kalian nantinya. “ Sanghee menjawab dengan kalem sembari menyandarkan tubuhnya di dinding.
“ Gwenchana. Kau tidak perlu sekhawatir itu Sanghee-ah. Tugas manajer hanya menyediakan peralatan dan membantu persiapan member band saja. Kau tidak perlu tahu soal musik. Yang penting kau tahu apa yang dibutuhkan oleh band dan membernya “ jelas Sungmin.
Sanghee terdiam. Ia kembali memandang ke luar studio, sampai matanya menangkap sosok seorang namja yang berjalan ke arah studio. Ia merasa familiar dengan namja itu. Bagaimana tidak, ia adalah Jongwoon. Sunbae yang dicintainya secara diam-diam selama ini.
Jongwoon masuk ke dalam studio. Ia tersenyum kecil pada Sungmin yang saat itu tengah duduk di samping Sanghee.
“ Sunbae, kau sudah datang? Apa ini tidak terlalu cepat? Yang lain saja belum datang. “ Sungmin menyambut Jongwoon dengan gembira.
“ Tidak apa-apa Sungmin-ah. Aku tidak suka datang terlambat. “
Sanghee memalingkan mukanya. Ia bisa merasakan kedua pipinya memanas dan wajahnya merona kemerahan, karena seorang Jongwoon.
“ Sanghee-ah ini Kim Jongwoon. Dia vokalis band kami. Ah, Jongwoon-hyung, aku mengajak sepupuku. Namanya Lee Sanghee. “  Sungmin menarik tangan Sanghee, membawa Sanghee kehadapan Jongwoon. Sanghee menutupi wajahnya dengan satu tangannya.
Jongwoon tersenyum menatap Sanghee. “ Kim Jongwoon immnida. “
Dan sekarang Sanghee benar-benar gugup. Ia merasa tak mampu berkata-kata lagi, tapi ia merasakan siku Sungmin yang berkali-kali menyenggol sikunya.
“ L..L..Lee Sanghee imnida. “
***
TBC

0 comments:

Posting Komentar

 

Template by Suck my Lolly