Jumat, 20 Juli 2012

1 + 1 = L0V3


- part 1 -
by Princess_B

Cast     : Cho Kyuhyun, Park HyoRa (OC)
Genre  : Romance
Length : Two Shoot
___________________________________________________

'TING!'
Hyo Ra, kapten tim basket putri Seoul High School lagi-lagi membuat timnya memperoleh three point dan semakin memperbesar selisih angka dari tim basket lawannya. Sorak sorai penonton dan jeritan tim cheerleaders semakin bergemuruh saat peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Dengan ini tim basket Seoul High School keluar sebagai pemenang, dengan score telak 56-30, sekaligus menjadi jawara selama tiga tahun berturut-turut turnamen basket. Ekspresi senang para pemain, pelatih, dan seluruh murid-murid Seoul High School sangat jelas tergambar di wajah mereka. Dan dibalik semua selebrasi kemenangan itu, seorang gadis dengan rambut dikuncir tinggi sedang tersenyum tipis sambil menyeka peluhnya.

"Hyo Ra!! You're soo cool...!!", dua orang gadis berlari lalu memeluk Hyo Ra penuh bahagia.
"Tsk, itu bukan apa-apa. Semua juga berkat dukungan kalian juga..",
"Eh, Hyo! Ayo traktir kami!", ujar Eunmi diikuti anggukan antusias dari Yongsu.
"Aish, bisa tidak kalian berdua membiarkanku sekali saja, menikmati jerih payahku sendiri?",
"Ayolah, Hyo.. Kami lapar..", Yongsu mengeluarkan jurus andalan puppy eyes-nya yang selalu membuat siapapun menuruti maunya. Termasuk Hyo Ra.
"Arra..", ia mendengus.
"Yeeeyy..!",
***



Siapa yang tidak iri dengan Eunmi dan Yongsu, yang menjadi sahabat Hyo Ra sejak kecil. Mereka dianggap orang paling beruntung karena bisa bersahabat dekat dengan seorang multi-talenta, Park Hyo Ra. Tak berlebihan karena Hyo Ra selain jago basket, ia juga berkali-kali membawa nama baik sekolah di cabang olahraga anggar, renang dan panahan. Bisa dibilang, prestasinya membuat itu Hyo Ra menjadi sosok paling populer dan disegani di seantero sekolah. Dan siapapun yang berteman dekat dengan Hyo Ra, pastilah mereka juga dicap sebagai kalangan populer. Sempurna. Itulah anggapan orang-orang tentangnya.
Namun siapa sangka, dibalik sifatnya yang dikenal sebagai strongest-girl, Hyo Ra juga manusia biasa yang memiliki kekurangan. Kekurangan yang membuat pusing semua pengajar.


"PARK HYO RA!!! KESINI KAMU!", Kim Heechul-seongsangnim memanggil Hyo Ra seakan bersiap untuk menelannya hidup-hidup.
Hyo Ra yang mengunyah permen karet berjalan ke depan kelas dengan santainya.
"Yes?", tanyanya dengan muka innocent.
Kim Heechul-seongsangnim menunjukkan dengan muka datar, kertas yang dipegangnya pada Hyo Ra. Kertas ulangan matematika miliknya, dengan angka nol berwarna merah yang sengaja dibuat sangat besar, hampir memenuhi seperempat isi kertas.
"Ini sudah yang kesekian kalinya kamu dapat nilai nol di pelajaran matematika, Hyo Ra. Jangan dikira dengan segudang prestasi olahragamu, aku tidak bisa membuatmu tinggal kelas", terangnya lalu mendesah pelan. "Besok pagi kau ikut ulangan lagi. Temui aku di ruang guru tepat pukul 6 pagi!",
Hyo Ra mendengus kesal. Yap, dia lemah dalam pelajaran berhitung. Sepele, tapi itulah kenyataannya. Ia pikir, apa hebatnya matematika itu? Toh, dia juga selalu menang dalam setiap pertandingan basket meskipun tidak pernah menghitung sudut tembakan bolanya.
"Cih..", umpatnya kesal karena terpaksa harus mengikuti ulangan remidial besok.
***

Cho Kyuhyun sedang sibuk mencoret-coret kertasnya ketika sekolah masih sepi. Sesekali ia mengetuk-ngetukkan pensil di dagunya, seperti mencoba berpikir keras. Terhitung sejak tadi pagi, 50 soal vektor telah ia selesaikan. Kyuhyun menghela napas panjang sambil meletakkan kedua lengannya di belakang leher. Jadwal olimpiade matematika tinggal beberapa hari lagi, dan itu berarti semakin sedikit sisa waktu yang ia miliki untuk melakukan persiapan. Pikirannya yang sempat melayang kemana-mana, kembali mencoba untuk fokus pada tumpukan kertas soal. Namun belum sempat ia kembali menggoreskan ujung pensilnya, perhatiannya kini teralih pada tirai jendela yang bergerak-gerak. Kyuhyun terus mengawasi. Terlihat sebentuk tangan dari luar jendela yang menggapai-nggapai pintu, yang sengaja dikunci dari dalam oleh Kyuhyun.

 "Mau apa dia?",
Kyuhyun mengendap-ngendap mendekat ke jendela. Orang itu semakin gencar ingin menggapai daun pintu agar bisa terbuka, sebelum Kyuhyun dengan sigap menangkap dan mencengkeram tangan itu.
"Hah! I got ya, little thief!!",
Pemilik tangan itu seketika meronta dan Kyuhyun sadar kalau dia adalah seorang perempuan.
"LEPASKAAN!!", perempuan itu menarik tangannya dengan sangat kuat hingga membuat tangan Kyuhyun ikut terjepit.
"Aargh!", Kyuhyun langsung mengibas-ngibaskan tangannya yang memerah kesakitan.
"HYA!!!", ia membuka tirai dengan cepat, ingin tahu siapa orang yang membuatnya naik pitam sepagi ini.
Seorang perempuan yang menatapnya penuh keterkejutan, berdiri di dekat jendela.
Kyuhyun pun buru-buru membuka pintu.
"Kau pikir apa yang kau lakukan, hah?! Dasar gadis bodoh! Ini ruang guru, kau mau mencuri apa disini??!",
***

"Kurang ajar!", umpat Hyo Ra dalam hati. "Siapa dia? Beraninya memegang tanganku, sekarang malah seenaknya menyebutku gadis bodoh dan menuduhku mencuri!!",
"HYA! Aku akan melaporkan perbuatanmu pada seongsangnim dan kau akan di-skors!",
"Enak saja! Kau sendiri sedang apa di ruangan Kim Heecchul seongsngnim?! Yang pencuri itu adalah kau!! Aku dulu yang akan melaporkanmu!", dengan lincah, Hyo Ra langsung berlari hendak menuju ruang guru utama untuk mengadukannya.
Namun dengan sekali sergapan, Kyuhyun berhasil menangkap Hyo Ra dan menariknya masuk ke dalam ruangan. Ia juga membungkam mulut Hyo Ra agar tidak membuat orang-orang curiga karena teriakannya.
"Michesseo??!", Hyo Ra mengibaskan tangan Kyuhyun yang membungkamnya.
"Ssst...! Jangan teriak, gadis bodoh",
"Mencurigakan! Kau benar-benar pencuri!—",
"Kalau aku pencuri, lalu kau apa, hah? Kenapa kau bersikeras membuka pintu ruangan kalau jelas-jelas tahu terkunci? Katakan apa maumu?",
"Aku..", ia agak berat hati menjelaskan maksud kedatangannya. "Aku bukannya mau mencuri. Tapi aku mau ikut ulangan remidial. Seongsangnim menyuruhku datang tepat pukul 6 pagi di ruangannya. Aish, sekarang malah dikira pencuri.. HYA! Kau sendiri, kenapa sepagi ini sudah ada di ruangan seongsangnim??", Hyo Ra melancarkan serangannya dengan pandangan penuh selidik. Ia bahkan mengingat-ingat name-tag yang bertuliskan CHO KYUHYUN, jika sewaktu-waktu ada laporan tentnag hilangnya barang-barang berharga di ruangan Kim Heechul seongsangnim ini.
Tiba-tiba mata Kyuhyun berkilat, menyiratkan bahwa ia tengah menyadari sesuatu.
"Kau.. Park Hyo Ra?",
Hyo Ra mengangkat alis. Sudut mulutnya tertarik membentuk sebuah seringaian sinis.
"Nae. Apa? Kau mau minta tanda tangan? Atau foto mungkin? Omo! Atau jangan-jangan kau tidak mengenaliku? Padahal kepopuleranku baru-baru ini..",
"Kau ini banyak bicara ya.. Pantas saja bodoh", tukas Kyuhyun langsung menusuk tepat di jantung Hyo Ra.
"Kim Heechul seongsangnim berhalangan masuk dalam beberapa hari ke depan. Dan aku-lah yang dipercaya untuk memberi pengajaran khusus padamu", Kyuhyun menatap Hyo Ra lurus-lurus dari balik kacamatanya. "Mulai sekarang aku yang jadi pengajarmu dan kau harus menurut pada semua perintahku",
Disisi lain,  Hyo Ra masih tidak percaya dengan apa yang namja itu bicarakan. Ia berharap bahwa ini semua hanyalah mimpi. Tapi semakin banyak ia mencubit pipinya sendiri, semakin  yakin bahwa inilah akhir dari hidupnya.
"M-Mwo??!",
Terjebak dalam api neraka yang disebut matematika, dengan iblisnya bernama Cho Kyuhyun.
*** 

"Hyaa..! Sudah kubilang aku tidak bisa! Aku tidak tahu apa maksudnya! Anyway.. what kind of junk food is this?!", Hyo Ra terus mengomel sambil menggebrak-nggebrak meja.
"Diamlah dan selesaikan soalmu!", sahut Kyuhyun yang menatap dari balik kertas soalnya.
Ia bahkan berkutat dengan materinya sendiri sebagai persiapan menghadapi olimpiade matematika seminggu lagi. Kyuhyun juga tidak habis pikir dalam kurun waktu yang tersisa ia malah mendapat tugas menjadi pembimbing pengganti. Ditambah, orang yang dibimbingnya adalah gadis yang luar biasa cerewet dan menyebalkan.
Bukan apa-apa jika setiap menitnya ia tidak harus mendengar keluhan-keluhan melengking yang membuat emosinya tersulut.

"Aku mau man basket saja!",
"Tidak boleh",
"Kalau begitu aku ke kantin dulu",
"Tidak boleh",
Hyo Ra melotot, "Wae??",
"Kau bahkan belum mengerjakan satu pun dari soalmu", ujar Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan dari kertas-kertasnya.
"Tapi aku lapar. Kalau lapar, aku tidak punya energi. Nah, berpikir itu kan juga butuh
energi
",
"Ssst..!",
 Hyo Ra memasang wajah seakan siap membunuh namja yang ada di depannya.
"Aku tidak bisaaa!!",
"Kau harus bisa!",
"Tidak bis—", Kyuhyun membungkam mulut Hyo Ra dengan satu tangan sebelum ia berteriak lagi dan membuat kaca ruangan pecah.
"Kau ini berisik..", ujar Kyuhyun lirih. Entah alasan macam apa yang membuat Hyo Ra jadi terkesiap saat matanya saling bertemu. "Baca dulu soalnya dengan betul-betul. Aku akan mengajarimu mulai dari langkah pertama..",

Hyo Ra masih bungkam meskipun tangan Kyuhyun sudah terlepas darinya. Ia hanya memperhatikan bagaimana Kyuhyun berbicara panjang lebar sambil menuliskan rumus-rumus yang harus ia gunakan. Seiring deretan angka yang ditulis rapi oleh Kyuhyun, pikiran Hyo Ra justru bekerja ekstra bagaimana bisa  tatapan dari mata coklat Kyuhyun tadi, ia akui, sempat membuat napasnya tertahan.
"Kau sudah paham?", suara rendah Kyuhyun membuyarkan lamunannya.
"A-apanya?", ia kelabakan.
"Aish! Masa bodoh denganmu!",
Kesabaran Kyuhyun benar-benar sudah sampai di titik maksimum. Ia menyambar tasnya hendak melangkah keluar ruangan.
"Kau mau kemana?",
"Bukan urusanmu", jawab Kyuhyun dingin tanpa menoleh sedikitpun.
"Hya! Siapa bilang aku mau tahu urusanmu, hah? Kau bilang kau adalah pengganti seongsangnim? Bukankah itu tanggung jawabmu kalau aku tetap dapat nilai nol lagi?",
Kyuhyun menghentikan langkahnya. "Bukankah kau sudah bilang bahwa kau tidak bisa? Sekarang apapun usahamu, semua bakal percuma, kan?",
Hyo Ra memberengut. Ia tak bisa mengelak. Matanya pun berputar-putar mencari akal.
"Tidak! Aku.. tidak bilang seperti itu! Aku bisa kok.. Bahkan tanpa pengajar amatiran sepertimu, Cho Kyuhyun!",
"Kalau nanti aku bisa membuktikannya..", lanjut Hyo Ra dengan serangkaian rencana di benaknya. "Kau harus menuruti perintahku. Kau.. harus bersedia bertanding basket denganku satu lawan satu".
Kyuhyun berbalik memandang Hyo Ra sambil menyilangkan kedua tangan. "Oke. Asalkan kau mendapat nilai diatas 7 di ulangan remidial nanti. Kalau tidak, kau yang harus menuruti permintaanku",
"Deal??!", Hyo Ra menyodorkan tangan dengan berapi-api.
"Deal".
To Be Continued..



0 comments:

Posting Komentar

 

Template by Suck my Lolly