- part 1 -
by Princess_B
Cast : Cho Kyuhyun, Park HyoRa (OC)
Genre : Romance
Length : Two Shoot
___________________________________________________
'TING!'
Hyo Ra, kapten tim basket putri Seoul High School lagi-lagi membuat timnya memperoleh three point dan semakin memperbesar selisih angka dari tim basket lawannya. Sorak sorai penonton dan jeritan tim cheerleaders semakin bergemuruh saat peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Dengan ini tim basket Seoul High School keluar sebagai pemenang, dengan score telak 56-30, sekaligus menjadi jawara selama tiga tahun berturut-turut turnamen basket. Ekspresi senang para pemain, pelatih, dan seluruh murid-murid Seoul High School sangat jelas tergambar di wajah mereka. Dan dibalik semua selebrasi kemenangan itu, seorang gadis dengan rambut dikuncir tinggi sedang tersenyum tipis sambil menyeka peluhnya.
Hyo Ra, kapten tim basket putri Seoul High School lagi-lagi membuat timnya memperoleh three point dan semakin memperbesar selisih angka dari tim basket lawannya. Sorak sorai penonton dan jeritan tim cheerleaders semakin bergemuruh saat peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Dengan ini tim basket Seoul High School keluar sebagai pemenang, dengan score telak 56-30, sekaligus menjadi jawara selama tiga tahun berturut-turut turnamen basket. Ekspresi senang para pemain, pelatih, dan seluruh murid-murid Seoul High School sangat jelas tergambar di wajah mereka. Dan dibalik semua selebrasi kemenangan itu, seorang gadis dengan rambut dikuncir tinggi sedang tersenyum tipis sambil menyeka peluhnya.
"Hyo Ra!! You're soo cool...!!", dua orang
gadis berlari lalu memeluk Hyo Ra penuh bahagia.
"Tsk, itu bukan apa-apa. Semua juga berkat dukungan
kalian juga..",
"Eh, Hyo! Ayo traktir kami!", ujar
Eunmi diikuti anggukan antusias dari Yongsu.
"Aish, bisa tidak kalian berdua membiarkanku sekali
saja, menikmati jerih payahku sendiri?",
"Ayolah, Hyo.. Kami lapar..", Yongsu
mengeluarkan jurus andalan puppy eyes-nya yang selalu membuat siapapun
menuruti maunya. Termasuk Hyo Ra.
"Arra..", ia mendengus.
"Yeeeyy..!",
***
Siapa yang tidak iri dengan Eunmi dan Yongsu, yang
menjadi sahabat Hyo Ra sejak kecil. Mereka dianggap orang paling beruntung
karena bisa bersahabat dekat dengan seorang multi-talenta, Park Hyo Ra. Tak
berlebihan karena Hyo Ra selain jago basket, ia juga berkali-kali membawa nama
baik sekolah di cabang olahraga anggar, renang dan panahan. Bisa dibilang,
prestasinya membuat itu Hyo Ra menjadi sosok paling populer dan disegani di
seantero sekolah. Dan siapapun yang berteman dekat dengan Hyo Ra, pastilah
mereka juga dicap sebagai kalangan populer. Sempurna. Itulah anggapan
orang-orang tentangnya.
Namun siapa sangka, dibalik sifatnya yang dikenal sebagai
strongest-girl, Hyo Ra juga manusia biasa yang memiliki kekurangan.
Kekurangan yang membuat pusing semua pengajar.
"PARK HYO RA!!! KESINI KAMU!", Kim Heechul-seongsangnim memanggil Hyo Ra seakan bersiap untuk menelannya hidup-hidup.
"PARK HYO RA!!! KESINI KAMU!", Kim Heechul-seongsangnim memanggil Hyo Ra seakan bersiap untuk menelannya hidup-hidup.
Hyo Ra yang mengunyah permen karet berjalan ke depan
kelas dengan santainya.
"Yes?", tanyanya dengan
muka innocent.
Kim Heechul-seongsangnim menunjukkan dengan muka datar, kertas yang dipegangnya pada Hyo Ra. Kertas ulangan matematika miliknya, dengan angka nol berwarna merah yang sengaja dibuat sangat besar, hampir memenuhi seperempat isi kertas.
Kim Heechul-seongsangnim menunjukkan dengan muka datar, kertas yang dipegangnya pada Hyo Ra. Kertas ulangan matematika miliknya, dengan angka nol berwarna merah yang sengaja dibuat sangat besar, hampir memenuhi seperempat isi kertas.
"Ini sudah yang kesekian kalinya kamu dapat nilai
nol di pelajaran matematika, Hyo Ra. Jangan dikira dengan segudang prestasi
olahragamu, aku tidak bisa membuatmu tinggal kelas", terangnya
lalu mendesah pelan. "Besok pagi kau ikut ulangan lagi. Temui aku di
ruang guru tepat pukul 6 pagi!",
Hyo Ra mendengus kesal. Yap, dia lemah dalam pelajaran
berhitung. Sepele, tapi itulah kenyataannya. Ia pikir, apa hebatnya matematika
itu? Toh, dia juga selalu menang dalam setiap pertandingan basket meskipun
tidak pernah menghitung sudut tembakan bolanya.
"Cih..", umpatnya kesal
karena terpaksa harus mengikuti ulangan remidial besok.
***
Cho Kyuhyun sedang sibuk mencoret-coret kertasnya ketika
sekolah masih sepi. Sesekali ia mengetuk-ngetukkan pensil di dagunya, seperti
mencoba berpikir keras. Terhitung sejak tadi pagi, 50 soal vektor telah ia
selesaikan. Kyuhyun menghela napas panjang sambil meletakkan kedua lengannya di
belakang leher. Jadwal olimpiade matematika tinggal beberapa hari lagi, dan itu
berarti semakin sedikit sisa waktu yang ia miliki untuk melakukan persiapan.
Pikirannya yang sempat melayang kemana-mana, kembali mencoba untuk fokus pada
tumpukan kertas soal. Namun belum sempat ia kembali menggoreskan ujung
pensilnya, perhatiannya kini teralih pada tirai jendela yang bergerak-gerak.
Kyuhyun terus mengawasi. Terlihat sebentuk tangan dari luar jendela yang
menggapai-nggapai pintu, yang sengaja dikunci dari dalam oleh Kyuhyun.
"Mau apa
dia?",
Kyuhyun mengendap-ngendap mendekat ke jendela. Orang itu
semakin gencar ingin menggapai daun pintu agar bisa terbuka, sebelum Kyuhyun
dengan sigap menangkap dan mencengkeram tangan itu.
"Hah! I got ya, little thief!!",
Pemilik tangan itu seketika meronta dan Kyuhyun sadar
kalau dia adalah seorang perempuan.
"LEPASKAAN!!", perempuan itu
menarik tangannya dengan sangat kuat hingga membuat tangan Kyuhyun ikut
terjepit.
"Aargh!", Kyuhyun langsung
mengibas-ngibaskan tangannya yang memerah kesakitan.
"HYA!!!", ia membuka tirai
dengan cepat, ingin tahu siapa orang yang membuatnya naik pitam sepagi ini.
Seorang perempuan yang menatapnya penuh keterkejutan,
berdiri di dekat jendela.
Kyuhyun pun buru-buru membuka pintu.
Kyuhyun pun buru-buru membuka pintu.
"Kau pikir apa yang kau lakukan, hah?! Dasar gadis
bodoh! Ini ruang guru, kau mau mencuri apa disini??!",
***
"Kurang ajar!", umpat Hyo Ra
dalam hati. "Siapa dia? Beraninya memegang tanganku, sekarang malah
seenaknya menyebutku gadis bodoh dan menuduhku mencuri!!",
"HYA! Aku akan melaporkan perbuatanmu pada
seongsangnim dan kau akan di-skors!",
"Enak saja! Kau sendiri sedang apa di ruangan Kim
Heecchul seongsngnim?! Yang pencuri itu adalah kau!! Aku dulu yang akan
melaporkanmu!", dengan lincah, Hyo Ra langsung berlari hendak menuju
ruang guru utama untuk mengadukannya.
Namun dengan sekali sergapan, Kyuhyun berhasil menangkap
Hyo Ra dan menariknya masuk ke dalam ruangan. Ia juga membungkam mulut Hyo Ra
agar tidak membuat orang-orang curiga karena teriakannya.
"Michesseo??!", Hyo Ra
mengibaskan tangan Kyuhyun yang membungkamnya.
"Ssst...! Jangan teriak, gadis bodoh",
"Mencurigakan! Kau benar-benar pencuri!—",
"Kalau aku pencuri, lalu kau apa, hah? Kenapa kau
bersikeras membuka pintu ruangan kalau jelas-jelas tahu terkunci? Katakan apa
maumu?",
"Aku..", ia agak berat
hati menjelaskan maksud kedatangannya. "Aku bukannya mau mencuri. Tapi
aku mau ikut ulangan remidial. Seongsangnim menyuruhku datang tepat pukul 6
pagi di ruangannya. Aish, sekarang malah dikira pencuri.. HYA! Kau sendiri,
kenapa sepagi ini sudah ada di ruangan seongsangnim??", Hyo Ra
melancarkan serangannya dengan pandangan penuh selidik. Ia bahkan
mengingat-ingat name-tag yang bertuliskan CHO KYUHYUN, jika
sewaktu-waktu ada laporan tentnag hilangnya barang-barang berharga di ruangan
Kim Heechul seongsangnim ini.
Tiba-tiba mata Kyuhyun berkilat, menyiratkan bahwa ia
tengah menyadari sesuatu.
"Kau.. Park Hyo Ra?",
Hyo Ra mengangkat alis. Sudut mulutnya tertarik membentuk
sebuah seringaian sinis.
"Nae. Apa? Kau mau minta tanda tangan? Atau foto
mungkin? Omo! Atau jangan-jangan kau tidak mengenaliku? Padahal kepopuleranku
baru-baru ini..",
"Kau ini banyak bicara ya.. Pantas saja bodoh",
tukas Kyuhyun langsung menusuk tepat di jantung Hyo Ra.
"Kim Heechul seongsangnim berhalangan masuk dalam
beberapa hari ke depan. Dan aku-lah yang dipercaya untuk memberi pengajaran
khusus padamu", Kyuhyun menatap Hyo Ra lurus-lurus dari balik
kacamatanya. "Mulai sekarang aku yang jadi pengajarmu dan kau harus
menurut pada semua perintahku",
Disisi lain, Hyo
Ra masih tidak percaya dengan apa yang namja itu bicarakan. Ia berharap bahwa
ini semua hanyalah mimpi. Tapi semakin banyak ia mencubit pipinya sendiri,
semakin yakin bahwa inilah akhir dari
hidupnya.
"M-Mwo??!",
Terjebak dalam api neraka yang disebut matematika, dengan
iblisnya bernama Cho Kyuhyun.
***
"Hyaa..! Sudah kubilang aku tidak bisa! Aku tidak
tahu apa maksudnya! Anyway.. what kind of junk food is this?!", Hyo Ra
terus mengomel sambil menggebrak-nggebrak meja.
"Diamlah dan selesaikan soalmu!", sahut
Kyuhyun yang menatap dari balik kertas soalnya.
Ia bahkan berkutat dengan materinya sendiri sebagai
persiapan menghadapi olimpiade matematika seminggu lagi. Kyuhyun juga tidak
habis pikir dalam kurun waktu yang tersisa ia malah mendapat tugas menjadi
pembimbing pengganti. Ditambah, orang yang dibimbingnya adalah gadis yang luar
biasa cerewet dan menyebalkan.
Bukan apa-apa jika setiap menitnya ia tidak harus
mendengar keluhan-keluhan melengking yang membuat emosinya tersulut.
"Aku mau man basket saja!",
"Tidak boleh",
"Kalau begitu aku ke kantin dulu",
"Tidak boleh",
Hyo Ra melotot, "Wae??",
"Kau bahkan belum mengerjakan satu pun dari
soalmu", ujar Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan dari
kertas-kertasnya.
"Tapi aku lapar. Kalau lapar, aku tidak punya
energi. Nah, berpikir itu kan juga butuh
energi—",
energi—",
"Ssst..!",
Hyo Ra
memasang wajah seakan siap membunuh namja yang ada di depannya.
"Aku tidak bisaaa!!",
"Kau harus bisa!",
"Tidak bis—", Kyuhyun membungkam mulut
Hyo Ra dengan satu tangan sebelum ia berteriak lagi dan membuat kaca ruangan
pecah.
"Kau ini berisik..", ujar Kyuhyun
lirih. Entah alasan macam apa yang membuat Hyo Ra jadi terkesiap saat matanya
saling bertemu. "Baca dulu soalnya dengan betul-betul. Aku akan
mengajarimu mulai dari langkah pertama..",
Hyo Ra masih bungkam meskipun tangan Kyuhyun sudah
terlepas darinya. Ia hanya memperhatikan bagaimana Kyuhyun berbicara panjang
lebar sambil menuliskan rumus-rumus yang harus ia gunakan. Seiring deretan angka
yang ditulis rapi oleh Kyuhyun, pikiran Hyo Ra justru bekerja ekstra bagaimana
bisa tatapan dari mata coklat Kyuhyun
tadi, ia akui, sempat membuat napasnya tertahan.
"Kau sudah paham?", suara rendah
Kyuhyun membuyarkan lamunannya.
"A-apanya?", ia kelabakan.
"Aish! Masa bodoh denganmu!",
Kesabaran Kyuhyun benar-benar sudah sampai di titik
maksimum. Ia menyambar tasnya hendak melangkah keluar ruangan.
"Kau mau kemana?",
"Bukan urusanmu", jawab Kyuhyun
dingin tanpa menoleh sedikitpun.
"Hya! Siapa bilang aku mau tahu urusanmu, hah? Kau
bilang kau adalah pengganti seongsangnim? Bukankah itu tanggung jawabmu kalau
aku tetap dapat nilai nol lagi?",
Kyuhyun menghentikan langkahnya. "Bukankah kau
sudah bilang bahwa kau tidak bisa? Sekarang apapun usahamu, semua bakal
percuma, kan?",
Hyo Ra memberengut. Ia tak bisa mengelak. Matanya pun
berputar-putar mencari akal.
"Tidak! Aku.. tidak bilang seperti itu! Aku bisa
kok.. Bahkan tanpa pengajar amatiran sepertimu, Cho Kyuhyun!",
"Kalau nanti aku bisa membuktikannya..", lanjut
Hyo Ra dengan serangkaian rencana di benaknya. "Kau harus menuruti
perintahku. Kau.. harus bersedia bertanding basket denganku satu lawan
satu".
Kyuhyun berbalik memandang Hyo Ra sambil menyilangkan
kedua tangan. "Oke. Asalkan kau mendapat nilai diatas 7 di ulangan
remidial nanti. Kalau tidak, kau yang harus menuruti permintaanku",
"Deal??!", Hyo Ra
menyodorkan tangan dengan berapi-api.
"Deal".
To Be Continued..

0 comments:
Posting Komentar